Travelling Ke 7 Tempat Di Palembang Yang Bersejarah


Kamu orang yang doyan jalan-jalan sekaligus punya ketertarikan pada sejarah? Kalau iya, tunggu apa lagi, segera cari tempat untuk reservasi hotel Palembang, karena bumi Sriwijaya ini punya banyak tempat wisata bersejarah yang akan memanjakanmu saat berlibur ke Kota Pempek ini. Pastinya kamu nggak akan bosan mengunjungi setiap tempatnya, dan dijamin kamu tak akan puas bila hanya mengeksplor kota ini dalam satu hari. Berikut ini ulasan tujuh tempat wisata sejarah di Palembang yang akan memanjakan passion wisatamu. 

1. Jembatan Ampera 

Jembatan tersohor yang menghubungkan wilayah Seberang Ulu dan Seberang ini dibangun pada tahun 1962. Di bawah jembatan ini terbentang sungai terpanjang se Sumatera yaitu Sungai Musi. Panjang sungai Musi mencapai 750 km. Tak jauh dari jembatan ini, berdiri sebuah banteng tinggalan masa kolonial bernama Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini menjadi salah satu benteng kebanggaan masyarakat Palembang. Biasanya wisatawan suka mengunjungi BKB waktu sore hingga menjelang tengah malam untuk menikmati indahya pemandangan perahu-perahu kecil yang berlayar di Sungai Musi dengan dipadu cayaha lampu warna-warni. 

Untuk menikmati indahnya Sungai Musi di malam hari, akan lebih nyaman bila kamu melakukan reservasi hotel Palembang yang lokasinya dekat dengan Sungai Musi. Apabila kamu khawatir dengan jumlah pengeluaran liburan, kamu bisa segera mencari situs pesan hotel termurah yang terpercaya salah satunya Reservasi.com untuk memesan tempat menginap yang sesuai dikantong. 

2. Museum Sultan Mahmud Badarudin II 

Museum ini lokasinya bersebelahan dengan Benteng Kuto Besak. Terdapat ratusan benda koleksi bernilai sejarah di dalam museum ini. Koleksi-koleksi tersebut merupakan peninggalan sejak zaman Sriwijaya hingga zaman Kesultanan Palembang Darusalam. Nama Sultan Mahmud Badarudin II diabadikan menjadi nama museum ini untuk menghormati jasa beliau bagi kota Palembang. 

3. Masjid Agung Sultan Badarudin II Palembang 

Masjid ini juga direkomendasikan untuk menjadi destinasi wisata sejarah Palembang. Pasalnya, masjid ini merupakan masjid terbesar di Palembang yang memiliki gaya arsitektur Indonesia, Eropa, dan Tiongkok. Saat bulan Ramadan, masjid ini akan menjadi pusat berkumpul sebagian umat Islam di Palembang. Banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan di masjid ini, mulai dari Pasar Beduk, buka puasa bersama, dan ibadah- ibadah lainnya. 

4. Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) 

Monumen ini berlokasi persis di belakang Museum Sultan Mahmud Badarudin II. Tepatnya, Monpera menghadap Jalan Merdeka dan berseberangan dengan Masjid Agung. Peristiwa sejarah yang sangat erat dengan monument ini adalah “pertempuran lima hari lima malam” yang mana monumen ini dijadikan sebagai basisnya. 

Di tempat ini, kamu juga bisa mengunjungi museum yang berada di kawasan Monpera. Museum tersebut memiliki koleksi berbagai jenis senjata yang digunakan dalam pertempuran lima hari lima malam. Termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya seperti, uang lama, patung pahlawan, dan baju-baju para pahlawan. 

5. Museum Balaputradewa 

Tidak hanya museum Sultan Mahmud Badarudin II dan museum yang ada di Mopera saja yang layak dikunjungi. Museum Bala Putra Dewa tak kalah mampu menambah kazanah pengetahuan sejarahmu. Bila dua museum yang telah diulas sebelumnya hanya menyajikan sejarah masa kolonial, di museum ini kamu akan disuguhi pengetahuan sejarah dari masa pra sejarah, kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, hingga masa penjajahan Belanda. 

Koleksi dari beberapa masa tersebut dipamerkan dalam tiga ruang pameran utama. Sebelum memasuki ruang utama, pengunjung akan melewati selasar museum yang terdapat berbagai koleksi arca. Berbagai replika arca tersebut berasal dari zaman megalithikum Sumatera Selatan. Koleksi yang menjadi bukti penting keberadaan Kerajaan Sriwijaya adalah kemudi kapal, arca Budha Amarawati, dan prasasti Kedukan Bukit. 

6. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya ( TPKS) 

Bila kamu ingin tahu lebih jauh bukti Kejayaan Sriwijaya di Palembang, kurang cukup rasanya bila hanya mengunjungi museum bala putra dewa. Sangat disarankan kamu mampir juga ke Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Taman ini sering disebut Situs Karanganyar. Taman ini dulunya adalah pemukiman penduduk yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang terletak di tepi utara Sungai Musi. Ditemukan jaringan kanal, parit dan kolam yang disusun rapi dan teratur di kawasan ini. Oleh karena itu, kawasan ini dipercaya sebagai pusat kerajaan Sriwijaya di Palembang. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktivitas manusia. 

7. Kampung Kapitan 

Kampung Kapitan di masa lampau merupakan Kampong Cina yang ada di Palembang. Bukan hanya sebagai pemukiman etnis Tionghoa, tempat ini juga memiliki sejarah dan budaya etnis Tionghoa sejak masa Kolonial Belanda. Kampung Kapitan terletak di pinggir Sungai Musi atau berseberangan dengan Benteng Kuto Besak. 

Kamu tertarik untuk mengunjungi tempat wisata bernuansa sejarah tersebut? Segera saja susun rencana untuk wisata dan melakukan reservasi hotel Palembang untuk mendapatkan tempat menginap yang nyaman dan dekat dengan kawasan wisata yang hendak dituju. Memesan hotel dari situs pesan hotel termurah seperti Reservasi.com lebih disarankan agar travelling lebih nyaman dan tentunya bisa menyesuaikan dengan budget yang ada. 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBX5A55FE0D2BDB9

Cari Blog Ini

Label

Recent Posts

Label Cloud